Ads

14 Kasus Kebocoran Data di Indonesia, Mulai dari Database Polri hingga Identitas Johnny G Plate

Deretan Kasus Kebocoran Data di Indonesia, Mulai dari Sertifikat Vaksin Jokowi hingga Kartu SIM
Ilustrasi Hacker. (Foto: Ist)

LKTNews.com - Kebocoran data di Indonesia sering terjadi sejak beberapa tahun lalu dan kini tengah menjadi sorotan. Kasus kebocoran data di Indonesia yang terbaru diduga bersumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tidak hanya itu, kemunculan hacker Bjorka yang mengklaim membocorkan sejumlah data di Indonesia membuat masyarakat geger lantaran dia juga telah membocorkan data Menkominfo Johnny G Platte. Bahkan, dia juga mengklaim telah membocorkan data Presiden Indonesia.

Daftar Kasus Kebocoran Data di Indonesia

Dilansir dari suara.com, berikut adalah deretan kasus kebocoran data di Indonesia, mulai dari database Polri, sertifikat vaksin Presiden Jokowi hingga yang terbaru nomor kartu SIM ponsel.

1. Data BRI Life

Data pribadi milik sekitar 2 juta nasabah perusahaan asuransi BRI Life diduga telah bocor dan dijual di internet, demikian diwartakan Reuters Selasa (27/7/2021) lalu.

Hudson Rock, sebuah perusahaan keamanan siber yang berbasis di Israel, mengatakan mereka menemukan bukti bahwa beberapa komputer milik pegawai BRI dan BRI Life telah diretas.

Di antara data itu terdapat foto KTP, rekening bank, laporan hasil pemeriksaan laboratorium nasabah, bahkan hingga informasi tentang pajak nasabah.

Para peretas menjual data-data itu di forum online. Seorang anggota forum misalnya menjual 460.000 dokumen dari nasabah BRI Life seharga 7000 dolar atau sekitar Rp101 juta.

2. Data BPJS

Kasus kebocoran data BPJS Kesehatan sempat heboh di Twitter pada Mei 2021. Tercatat sebanyak 279 juta data pengguna BPJS Kesehatan dijual di situs forum online Raidforums.com seharga 0,15 bitcoin atau sekitar Rp87,6 juta.

Lebih rinci, data ini terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, email, gaji, hingga alamat. Akun tersebut juga memberikan 1 juta sampel untuk mengeceknya secara gratis dari total 279 juta data. Bahkan 20 juta data lainnya menampilkan foto pribadi.

3. Sertifikat Vaksin Jokowi

Warganet sempat dibuat heboh terkait beredarnya sertifikat vaksin Presiden Jokowi yang diperoleh dari aplikasi PeduliLindungi. Data itu beredar luas di berbagai situs media sosial, termasuk Twitter.

Pada sertifikat itu terdapat data-data pribadi Presiden Jokowi, nama lengkap, nomor induk kependudukan, tanggal vaksinasi serta nomor batch vaksin, hingga QR Code.

Tak lama berselang, fitur untuk mengakses sertifikat vaksin berdasarkan nama dan NIK di Aplikasi PeduliLindungi dihapus. Tujuannya agar seseorang tidak bisa mengakses informasi atau data orang lain.

4. Data KPAI

Data-data milik KPAI pada Oktober 2021 disebar dan dijual di forum online. Pengguna forum dengan nama C77 mengaku telah memperoleh informasi tersebut dengan membobol keamanan situs KPAI yang disebutnya sangat lemah.

Data-data KPAI yang dirampas ini terdiri dari ID, Nama, Nomor Identitas, Kewarganegaraan, Telepon, HP, Agama, Pekerjaan, Pendidikan, Alamat, Email, Tempat dan Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Provinsi, Kota, hingga Usia.

5. Data eHAC

Akhir Agustus 2021, beredar kebocoran data 1,3 juta pengguna aplikasi eHAC milik Kementerian Kesehatan. Data yang terekspos mencakup Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Pekerjaan, Foto Pribadi, Nomor Induk Kependudukan, Nomor Pasport, Hasil Tes Covid-19, Identitas Rumah Sakit, Alamat, Nomor Telepon dan beberapa informasi lainnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Ma'ruf, dugaan kebocoran data terjadi di aplikasi eHAC yang lama. Dia mengatakan aplikasi tersebut sudah tak lagi digunakan sejak 2 Juli 2021.

Kemudian, pada September 2021, pihak kepolisian telah menghentikan penyelidikan kasus tercecernya data-data pribadi pengguna eHAC. Polisi beralasan tidak ada data yang dirampas dari server aplikasi tersebut.

6. Data Pengguna Bank Jatim

Tak lama setelah KPAI, database Bank Jatim dijual oleh akun bl4ckt0r dengan harga 250.000 dolar Amerika Serikat. Pelaku menyebutkan data sebesar 378 gigabyte berisi 259 database yang berisi data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan masih banyak lagi.

7. Data Pribadi Facebook

Pada April 2021, Facebook dilaporkan mengalami kasus kebocoran data pribadi para penggunanya. Tercatat ada 533 juta akun di dunia yang terkena efek tersebut.

Sementara data pengguna Facebook di Indonesia dilaporkan ada 130.331 akun yang diretas. Kebocoran itu meliputi Alamat Email, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Lokasi Negara, Nama Lengkap, Username, hingga Password.

Momen seperti itu sebelumnya sudah terjadi di tahun 2019, di mana Facebook mengalami insiden kasus kebocoran data. Hacker menerima data lewat fitur impor kontak yang sudah disediakan Facebook.

Namun, pihak Facebook mengaku kebocoran data ini tidak mencakup informasi seperti keuangan, kesehatan, dan kata sandi. Kasus itu juga disebut sudah diselesaikan.

8. Database Polri

Peretas asal Brasil mengklaim telah membobol data personel Polri. Bukan hanya ribuan informasi pribadi, daftar pelanggaran yang dilakukan anggota Polri juga ikut bocor.

Peretas tersebut menunjukkan aksinya melalui akun Twitter @son1x777. Sebelumnya dia juga melakukan serangan deface ke situs resmi milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan bahwa pelaku mengunggah soal kebocoran tersebut pada Rabu (17/11/2021) kemarin. Dalam cuitannyaa itu, peretas memberikan link yang bisa diunduh berisikan sampel hasil peretasan yakni database personel Polri.

9. Data Pengguna PLN

Sebuah tangkapan layar breached.to terkait data PLN yang bocor sempat beredar ke publik dan viral di media sosial pada Kamis (18/8/2022) lalu.

Akun bernama Loliyta itu mengunggah lebih dari 17 juta data pengguna PLN meliputi field ID, ID pelanggan, nama pelanggan, alamat pelanggan, tipe energi, kWh, nomor meteran, hingga tipe meteran.

Namun, pihak PLN memastikan data pelanggannya dalam kondisi aman dan layanan berjalan normal seiring dengan adanya informasi kebocoran data tersebut.

Juru Bicara PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan data yang dikelola perseroan dalam kondisi aman. Adapun data yang beredar adalah replikasi, bukan data transaksional aktual dan sudah tidak update.

10. Data IndiHome

Beberapa waktu lalu, viral sebuah data dari forum dunia yang menjual informasi data pelanggan layanan internet IndiHome, bagian dari Telkom Group.

Sejumlah pengguna Twitter menyebarkan informasi bahwa sekitar 26 juta data milik pelanggan IndiHome bocor dan masuk situs gelap.

Peretas dalam deskripsi data di situs gelap menyebutkan terdapat 26.730.798 data berasal dari peretasan pada bulan Agustus 2022.

Data yang bocor berupa histori browsing antara lain tanggal, kata kunci, domain, platform, browser, URL, kata kunci di Google dan lokasi.

Namun, pihak Telkom mengklarifikasi bahwa mereka tidak pernah menjual data pribadi pelanggan dan mengatakan hal itu bisa diretas dengan kemungkinan penggunanya mengakses situs terlarang.

11. Nomor SIM

Terkini, jagat media sosial tengah digegerkan dengan kemunculan kabar 1,3 miliar data pendaftaran atau registrasi kartu SIM di Indonesia diduga dijual.

Sejumlah akun Twitter yang menyampaikan informasi itu. Mereka menyebut si penjual data mengaku mendapatkan 1,3 miliar data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Data yang dikabarkan bocor itu disebut begitu mengkhawatirkan. Sebab di dalamnya berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon/HP, nama penyedia layanan atau provider, hingga tanggal registrasi.

Sebanyak 1,3 miliar data registrasi kartu SIM itu juga diduga dibandrol dengan harga Rp742 juta. Pelaku bahkan membagikan sampel gratis sebanyak 2 juta data pengguna.

Kominfo kemudian menanggapi hal tersebut. Disebutkannya hari ini, Jumat (2/8/2022) berdasarkan penelusuran, mereka tidak memiliki aplikasi untuk menampung data registrasi prabayar dan pascabayar. 

12. Data Pelamar Kerja di Website Pertamina

PT Pertamina Training and Consulting yang merupakan anak perusahaan Pertamina mengalami kebocoran data pada 12 Januari 2022. Data para pelamar tersebut mencakup ijazah, tanggal lahir, alamat rumah, nomor ponsel, nama lengkap, transkrip akademik, BPJS, CV, keluarga, dan lain sebagainya.

13. Data Bank Indonesia

Kasus kebocoran data juga dialami Bank Indonesia yang terjadi pada Januari 2022. Sekitar 16 komputer di kantor cabang Bank Indonesia di Bengkulu mengalami kebocoran data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pun mengatasi hal tersebut.

Kemudian muncul informasi bahwa menurut Alfons Tanujaya yang merupakan Pakar Keamanan Siber mengatakan data yang bocor tidak hanya dari kantor Bengkulu tetapi 20 kota lain. Dokumen yang bocor mencapai 52 ribu dari 200 komputer dengan ukuran data 74,82 GB.

14. Identitas Menkominfo Johnny G Plate

Hacker Bjorka diduga telah membocorkan data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Hal itu terlihat dari sebuah tangkapan layar bahwa Bjorka telah membocorkan identitas Menkominfo sebagai hadiah ulang tahun.

Data pribadi tersebut berupa nomor handphone, nama, gender, NIK, KK, alamat, pendidikan, agama, golongan darah, nama orang tua, identitas vaksin, dan lain sebagainya.

Demikian deretan kebocoran data di Indonesia. Apakah data pribadimu sudah aman? Berhati-hatilah!

Baca berita dan artikel LKTNews.com lainnya di Google News.

iklan diatas footer