Ads

Jelang Lebaran 2022, Harga Daging Ayam di Kendal Naik, Ayam Kampung Tembus Rp90.000 per ekor

Jelang Lebaran 2022, Harga Daging Ayam di Kendal Naik, Ayam Kampung Tembus Rp90.000 per ekor
Ilustrasi - Harga Daging Ayam di Kendal Naik Menjelang Lebaran 2022. (Foto: Istimewa)

KENDAL, LKTNews.com - Menjelang lebaran 2022 ini harga daging ayam potong di pasar tradisional Kabupaten Kendal alami kenaikan.

Harga daging ayam potong kini dibanderol Rp40.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga daging ayam hanya Rp35.000-Rp36.000 per kilogramnya.

Kondisi ini membuat pedagang dan masyarakat was-was khawatir jika terjadi lonjakan harga lebih mahal saat libur lebaran nanti.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Kota Kendal, Kuwati mengatakan, kenaikan ini mulai terjadi sejak pekan keempat Ramadhan. 

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Kendal Masih Stabil

Dikatakan, harga daging ayam sudah mengalami kenaikan tiga kali pada momentum Ramadhan ini.

"Tidak tahu ini kok naik terus, sekarang saja sudah Rp40 ribu. Padahal, harga Rp40 ribu biasanya terjadi saat Lebaran. Kalau seperti ini, bisa jadi pas waktu Lebaran nanti melonjak lagi," katanya, Selasa (26/4/2022).

Kenaikan juga terjadi pada daging jenis ayam merah, dari sebelumnya Rp55.000-Rp60.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp70.000 per kilogram.

Baca Juga: Diduga Repacking, Polisi Sita 97,2 Liter Minyak Goreng Kemasan Tak Berizin di Boja Kendal

Kenaikan juga dialami harga daging ayam kampung yang kini dibanderol Rp90.000 per ekor. Padahal, sebelumnya hanya dipatok Rp75.000 per ekor.

Kuwati khawatir, kenaikan bakal terus terjadi saat momen Lebaran. "Ini bisa naik lagi saat Lebaran nanti. Ayam kampung bisa saja harganya mendekati daging sapi," tuturnya.

Kenaikan juga dialami daging unggas jenis lainnya. 

Baca Juga: Pekan Pertama Ramadhan, Harga Daging Ayam di Kendal Merangkak Naik

Pedagang daging bebek, Siti Mualimah mengatakan, harga daging bebek juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Dari sebelumnya Rp55.000 per ekor, kini menjadi Rp65.000 per ekornya. Kenaikan Rp10.000 ini menurut Mualimah berdampak daya beli masyarakat.

Sejak mengalami kenaikan, konsumen terkadang berpikir dua kali untuk membeli daging bebek. Utamanya bagi masyarakat yang hendak beli daging bebek untuk konsumsi sendiri.

Meski begitu, Mualimah tidak mengurangi stok dagangannya karena peminat masih ada. Dia berharap, harga bisa ditekan agar masyarakat bisa menjangkau semua kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Pekan Kedua Ramadhan, Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kendal Merangkak Naik

"Pembelinya sih masih ada, enggak tahu nanti kalau naik lagi saat Lebaran. Mudah-mudahan tidak naik terus," harapnya.

Kenaikan harga daging ayam dan bebek ini belum berdampak pada harga daging sapi dan kambing. Saat ini, satu kilogram daging sapi utuh dibanderol Rp130.000. Sedangkan balungan iga sapi dijual Rp 100.000 per kilogramnya. (Edi Prayitno)

Baca berita dan artikel LKTNews.com lainnya di Google News.

iklan diatas footer