Ads

Bijak dalam Mengelola Limbah Rumah Tangga dengan Cara Mengolah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Bijak dalam Mengelola Limbah Rumah Tangga dengan Cara Mengolah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Bijak dalam Mengelola Limbah Rumah Tangga dengan Cara Mengolah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi. (Foto: Dok Mahasiswa KKN UNDIP)

LKTNews.com - Kebutuhan minyak goreng sebagai media penggoreng dalam mengolah makanan hingga saat ini terus mengalami peningkatan. Salah satunya kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi gorengan merupakan faktor meningkatnya penggunaan minyak goreng. 

Perlu diketahui, minyak goreng yang telah digunakan selama tiga kali tidak lagi layak untuk dikonsumsi. Sebab, panas dari proses penggorengan dapat menghasilkan senyawa-senyawa karsinogenik di dalam minyak goreng bekas sehingga dapat berpotensi mengalami penyakit kronis seperti stroke, jantung hingga kanker apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. 

Minyak goreng bekas umumnya disebut sebagai minyak jelantah. Selain itu, membuang minyak jelantah dengan sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti penyumbatan drainase serta pencemaran air dan tanah. 

Intan Setiyaningsih, Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP menggagas suatu program untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kedungsari RT 04 / RW 01, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal agar lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga yaitu dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. 

Baca Juga: Cegah Limpasan Air Hujan di Perumahan Kaliwungu Selatan, Mahasiswa KKN UNDIP Buat Perencanaan Saluran Drainase

Kegiatan ini diterima baik dan mendapatkan respon positif dari warga khususnya ibu-ibu rumah tangga sebagai pengguna minyak goreng secara rutin.

"Awalnya banyak warga yang terkejut dan tidak menyangka minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi, setelah saya jelaskan proses pengolahannya beberapa warga tertarik untuk mencobanya di rumah," kata Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia itu. 

"Saya merasa senang warga Desa Kedungsari terbuka dalam menerima pengetahuan baru yang saya sampaikan" imbuhnya.

Kegiatan penyuluhan diawali dengan menyampaikan informasi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara terus menerus bagi kesehatan tubuh serta akibat membuang minyak jelantah secara sembarangan. 

Kemudian, kegiatan dilanjut dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu warga Desa Kedungsari cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi serta menayangkan video tutorialnya. Hal tersebut bertujuan agar para ibu rumah tangga mudah memahami setiap tahapan prosesnya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini di Desa Pucangrejo Gemuh

Khoiriyah (30), salah seorang ibu rumah tangga masyarakat Desa Kedungsari yang ikut menghadiri penyuluhan menanggapi positif kegiatan penyuluhan ini. 

"Ternyata minyak jelantah bisa diolah agar lebih bermanfaat, aroma sereh yang digunakan juga membuat pikiran lebih rileks," ucapnya.

Harapan setelah terlaksananya kegiatan penyuluhan ini akan menambah wawasan baru bagi masyarakat untuk ikut menyelamatkan ekosistem dengan lebih bijak dalam mengolah limbah rumah tangga.


Editor: Aditya Nur Kahfi

Baca berita dan artikel LKTNews.com lainnya di Google News.

iklan diatas footer